Enter your keyword

post

SEMINAR EKONOMI SYARIAH: TANTANGAN SDM ERA INDUSTRI 4.0

“Anak muda jika tidak berguna maka akan menjadi masalah”.
(Miftakhus Surur, SEI, MSc (Fin))
Demiakanlah klalimat pembakar semangat yang disampaikan oleh pembicara seminar asal STEI
Tazkia Bogor, Miftakhus Surur, SEI, MSc (Fin), Selasa, 14 Mei 2019 di Gedung Babel STKIP
Muhammadiyah Bangka Belitung. Seminar yang mengangkat tajuk “Tantangan SDM Ekonomi
Syariah Era Industri 4.0 di Indonesia”, bermaksud untuk menumbuhkembangkan pola pikir
ekonomi islam pada arus digitalisasi yang masif pada saat ini. Anak muda yang dimaksud pada
potongan ungkapan oleh pembicara adalah anak muda Indonesia yang seyogyanya adalah calon
pemimpin bangsa, harus memahami, menekuni, dan mendalami kajian keislaman bukan hanya
pada tahap dasarnya, namun diimplementasikan pada kehidupan sehari – hari.
Seminar kemarin dibuka langsung oleh Wakil Ketua I STKIP MBB, Maulina Hndrik, M.Pd.
Dalam pidatonya, Wakil Ketua I menyampaikan bahwa sangat perlu bagi mahasiswa untuk
memahami peran mahasiswa pada pertumbuhan ekonomi yang semakin bertumbuh pesat.
Mahasiswa STKIP MBB diharapkan mampu bersaing tidak hanya di bidang pendidikan, namun
juga mampu membawa nilai keislaman dalam pengabdiannya nanti serta membuka peluang
ekonomi Islam yang masih dinilai minim pada daerahnya masing – masing.
Miftakhus menjelaskan, ada beberapa skil yang harus dikuasai orang muda jika ingin sukses di
masa depan yakni, cognitive abilities (15%), system skills (17%), complex problem solving,
(36%), content skills (10%), process skills (18%), social skills (19%), resource management
skills (13%), technical skills (12%), dan physical abilities (4%).
Kemudian, ditambahkan lagi oleh pembicara bahwa ada sepuluh karakter bagi anak muda yang
sesuai dengan karakter Rasaulullah SAW yaitu, 1) Salimul aqidah; kelurusan aqidah melalui
pemahaman terhadap Qur’an dan Sunnah, 2) Shalihul ibadah; beribadah sesuai dengan petunjuk
yang disyariatkan kepada Rasulullah SAW, 3) Matinul khuluq; beribadah sesuai dengan petunjuk
yang disyariatkan kepada Rasulullah SAW, 4) Qadirun ‘alal kasbi; beribadah sesuai dengan
petunjuk yang disyariatkan kepada Rasulullah SAW, 5) Mutsaqqaful fikri; keluasan wawasan, 6)
Qawiyyul Islam; mempunyai kekuatan fisik yang prima, 7) Mujahid Iin nafsi; memerangi hawa
nafsunya dan senantiasa mengokohkan diri di atas hukum-hukum Allah melalui ibadah dan amal

shaleh, 8) Munadzam fi syu’unihi; mampu mengatur segala urusan, 9) Haristun ‘ala waqtihi;
memelihara waktunya sehingga terhindar dari kelalaian dan kehilafan, dan 10) Nafi’un li
ghoirihi; bermanfaat bagi orang lain. (rh)

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.